Kamis, 02 Mei 2019

Mengaggumi sosok Etty Nuzuliyanti pemberdaya kaum difabel


Jangan memandang sebelah mata kepada orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik. Keadaan fisik yang cacat tak harus membuat seseorang tersebut menjadi minder atau terpuruk.

Salah satunya sosok yang mensejahterakan para difabel ialah Ibu Etty Nuzuliyanti, Ibu dari dua anak yang lahir di Madiun, 31 Januari 1964 ini memberikan pembuktian pada seluruh dunia bahwa orang cacat  bukanlah sebuah hambatan untuk bisa berguna bagi masyarakat dan bukan hanya untuk menyusahkan orang lain.

Saya bangga kepada Ibu Etty karena beliau adalah sosok yang peduli terhadap penyandang difabel, beliau lulusan S-1 Sastra Indonesia Fakultas Sastra Budaya Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Berbekal pengalamanya selama bekerja beliau memberikan kesempatan kepada penyandang difabel untuk mengikuti pelatihan membantik. Kemudian beliau mulai membuka bisnis batik yang pekerjanya adalah para difabel yang kebanyakan dari mereka mengalami cacat kaki. Namun diusahanya untuk membangkitkan semangat para difabel beliau juga harus kuat dalam menghadapi penyakit yang dideritanya, beliau divonis gagal ginjal kronis yang membuat dirinya mudah lelah dan harus cuci darah dua kali dalam seminggu, hal inilah yang membuat saya bangga kepada beliau karena dikondisinya yang seperti ini masih memikirkan kesehejahteran para difabel, mentalnya kuat dalam mengahadapi penyakit sampai beliau berkata “Yang sakit itu badanku saja,jiwaku sehat”

Inilah sosok yang perlu kita tiru semangatnya untuk peduli terhadap orang-orang yang kurang beruntung disekitar kita. Semoga Ibu Etty Nuzuliyanti terus diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani hari-harinya.

*Diksi
Program
Transport
Gaji
Difabel
Sayembara
Mantap
Insiden
Motif jajaran
Goresan
Tak berdaya
Klien
Syukur
Memandang
Konsistensi
Terbesit
Mental
Tertatih
Mengontrol
Sedia kala
Tidak patah arang
Susut
Memberdayakan
Bangkit
Kronis
Nonbendawi
Pemburu
Divonis
Honor
Praktis
Supel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar