Kamis, 16 Mei 2019

Ngabuburit ke Kampoeng Ramadhan di Desa Bodesari



Ngabuburit ke Kampoeng Ramadhan di Desa Bodesari
  
Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriyah, kalender umat Islam yang menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya. Muslim atau Muslimah dewasa yang sehat dan tidak sedang dalam halangan diwajibkan menjalankan ibadah puasa dari Subuh hingga terbenamnya matahari. Bulan Ramadan menjadi salah satu bulan yang paling ditunggu-tunggu umat Islam di seluruh dunia.





Momen yang ditunggu di bulan suci Ramadan, salah satunya adalah ngabuburit. Kegiatan sore hari menunggu berbuka puasa setelah menahan lapar dan haus seharian. Lokasi ngabuburit ini menjadi magnet bagi masyarakat di sekitarnya. Mulai dari berkumpul, saling bertemu, berinteraksi,dan lain-lain. Biasanya dipilih tempat yang menarik, salah satunya seperti di Desa Bodesari Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Ada Kampoeng Ramadhan yang lokasinya berada di Balai Desa Bodesari. Kegiatan ini diadakan oleh Remaja Islam Ussisa’a At-Taqwa yang akan dibuka selama bulan Ramadan. Kampoeng Ramadhan ini bertemakan “Let’s colors the world in the month of ramadhan” yang artinya mari warnai dunia di bulan Ramadan. Di sana terdapat banyak pedagang yang berjualan secara berjejeran serta pertunjukan musik dan spot foto yang instagramable.

Kampoeng Ramadhan ini menjadi tempat alternatif bagi masyarakat sekitar untuk ngabuburit karena di sini terdapat banyak pedagang untuk keperluan berbuka puasa yang pasti harganya murah meriah. Makanan dan minuman  yang dijajakan adalah kombinasi antara kuliner tradisional dan modern. Sebagai contoh makanan tradisional yang tersedia seperti ketan gurih, es tape, dan lainnya. Serta makanan kekinian seperti sosis bakar,baso bakar dan sebagainya.

Selain pedagang makanan dan minuman, di Kampoenng Ramadhan ini juga menyediakan panggung untuk pertunjukan musik yang setiap sore di meriahkan oleh penampilan band angklung. Hal ini semakin membuat Kampoeng Ramadhan meriah dan banyak dikunjungi masyarakat baik dari kalangan anak-anak, anak muda, hingga dewasa baik laki-laki maupun perempuan, semua menikmati fasilitas yang disediakan Kampoeng Ramadhan.

Harapan kedepannya semoga program seperti ini tetap diadakan setiap tahunnya, agar masyarakat lebih mudah dalam menemukan tempat yang cocok untuk berjualan serta menjadikan destinasi pilihan untuk warga sekitar dalam menunggu waktu berbuka puasa.

Jangan lupa kunjungi sebelum berakhirnya bulan Ramadan ya.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan :)



Kamis, 02 Mei 2019

Mengaggumi sosok Etty Nuzuliyanti pemberdaya kaum difabel


Jangan memandang sebelah mata kepada orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik. Keadaan fisik yang cacat tak harus membuat seseorang tersebut menjadi minder atau terpuruk.

Salah satunya sosok yang mensejahterakan para difabel ialah Ibu Etty Nuzuliyanti, Ibu dari dua anak yang lahir di Madiun, 31 Januari 1964 ini memberikan pembuktian pada seluruh dunia bahwa orang cacat  bukanlah sebuah hambatan untuk bisa berguna bagi masyarakat dan bukan hanya untuk menyusahkan orang lain.

Saya bangga kepada Ibu Etty karena beliau adalah sosok yang peduli terhadap penyandang difabel, beliau lulusan S-1 Sastra Indonesia Fakultas Sastra Budaya Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Berbekal pengalamanya selama bekerja beliau memberikan kesempatan kepada penyandang difabel untuk mengikuti pelatihan membantik. Kemudian beliau mulai membuka bisnis batik yang pekerjanya adalah para difabel yang kebanyakan dari mereka mengalami cacat kaki. Namun diusahanya untuk membangkitkan semangat para difabel beliau juga harus kuat dalam menghadapi penyakit yang dideritanya, beliau divonis gagal ginjal kronis yang membuat dirinya mudah lelah dan harus cuci darah dua kali dalam seminggu, hal inilah yang membuat saya bangga kepada beliau karena dikondisinya yang seperti ini masih memikirkan kesehejahteran para difabel, mentalnya kuat dalam mengahadapi penyakit sampai beliau berkata “Yang sakit itu badanku saja,jiwaku sehat”

Inilah sosok yang perlu kita tiru semangatnya untuk peduli terhadap orang-orang yang kurang beruntung disekitar kita. Semoga Ibu Etty Nuzuliyanti terus diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani hari-harinya.

*Diksi
Program
Transport
Gaji
Difabel
Sayembara
Mantap
Insiden
Motif jajaran
Goresan
Tak berdaya
Klien
Syukur
Memandang
Konsistensi
Terbesit
Mental
Tertatih
Mengontrol
Sedia kala
Tidak patah arang
Susut
Memberdayakan
Bangkit
Kronis
Nonbendawi
Pemburu
Divonis
Honor
Praktis
Supel