Minggu, 16 Juni 2019

Resensi Lagu Admesh - Hanya Rindu

Resensi Lagu Admesh Kamaleng
"Hanya Rindu"



Judul lagu : Hanya Rindu
Penyanyi : Admesh Kamaleng
Pencipta : Admesh Kamaleng
Tahun rilis : 2019
Genre : POP
Durasi : 4 : 56 menit
Lirik :
Saat Ku Sendiri, kulihat photo dan video
Bersamamu yang tlah lama kusimpan
Hancur hati ini melihat semua gambar diri
Yang tak bisa, ku ulang kembali

Kuingin saat ini, engkau ada di disini
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati Ini Hanya Rindu

Segala cara telah kucoba
Agar aku bisa tanpa dirimu
Namun semua, berbeda
Sulitku menghapus kenangan bersamamu

Kuingin saat ini, engkau ada di disini
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati Ini Hanya Rindu
Hanya Rindu

Kuingin saat ini, engkau ada di disini
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati Ini Hanya Rindu
Hati Ini Hanya Rindu
Kurindu senyummu Ibu

Single ini sangat spesial bagi Andmesh karena didedikasikan untuk Almarhumah ibunda tercinta yang meninggal pada Desember 2018 lalu. Selain itu dia menulis sendiri liriknya yang membuat dia sangat senang.

Lirik lagunya sangat mudah dihafalkan dan memiliki arti seorang anak yang merindukan Ibundanya, lagu ini juga cocok untuk didengar bagi kalian yang sedang merindukan kehadiran seseorang yang kalian cintai. lagu ini termasuk lagu yang mellow dan membuat pendengarnya terbawa suasana setiap mendengarkannya.

Hanya Rindu menceritakan kerinduan Andmesh akan Almarhumah mamanya. Single ini dibuat setelah dia bermimpi mamanya dan kemudian berbicara ke diri sendiri untuk membuatkan lagu kepada sosok orang yang paling disayangnya itu.
Baru diunggah 2 jam, lagu tersebut telah ditonton 172 ribu kali lebih, disukai 21 ribu dan dikomentari 1000 netizen.

Kamis, 16 Mei 2019

Ngabuburit ke Kampoeng Ramadhan di Desa Bodesari



Ngabuburit ke Kampoeng Ramadhan di Desa Bodesari
  
Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriyah, kalender umat Islam yang menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya. Muslim atau Muslimah dewasa yang sehat dan tidak sedang dalam halangan diwajibkan menjalankan ibadah puasa dari Subuh hingga terbenamnya matahari. Bulan Ramadan menjadi salah satu bulan yang paling ditunggu-tunggu umat Islam di seluruh dunia.





Momen yang ditunggu di bulan suci Ramadan, salah satunya adalah ngabuburit. Kegiatan sore hari menunggu berbuka puasa setelah menahan lapar dan haus seharian. Lokasi ngabuburit ini menjadi magnet bagi masyarakat di sekitarnya. Mulai dari berkumpul, saling bertemu, berinteraksi,dan lain-lain. Biasanya dipilih tempat yang menarik, salah satunya seperti di Desa Bodesari Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Ada Kampoeng Ramadhan yang lokasinya berada di Balai Desa Bodesari. Kegiatan ini diadakan oleh Remaja Islam Ussisa’a At-Taqwa yang akan dibuka selama bulan Ramadan. Kampoeng Ramadhan ini bertemakan “Let’s colors the world in the month of ramadhan” yang artinya mari warnai dunia di bulan Ramadan. Di sana terdapat banyak pedagang yang berjualan secara berjejeran serta pertunjukan musik dan spot foto yang instagramable.

Kampoeng Ramadhan ini menjadi tempat alternatif bagi masyarakat sekitar untuk ngabuburit karena di sini terdapat banyak pedagang untuk keperluan berbuka puasa yang pasti harganya murah meriah. Makanan dan minuman  yang dijajakan adalah kombinasi antara kuliner tradisional dan modern. Sebagai contoh makanan tradisional yang tersedia seperti ketan gurih, es tape, dan lainnya. Serta makanan kekinian seperti sosis bakar,baso bakar dan sebagainya.

Selain pedagang makanan dan minuman, di Kampoenng Ramadhan ini juga menyediakan panggung untuk pertunjukan musik yang setiap sore di meriahkan oleh penampilan band angklung. Hal ini semakin membuat Kampoeng Ramadhan meriah dan banyak dikunjungi masyarakat baik dari kalangan anak-anak, anak muda, hingga dewasa baik laki-laki maupun perempuan, semua menikmati fasilitas yang disediakan Kampoeng Ramadhan.

Harapan kedepannya semoga program seperti ini tetap diadakan setiap tahunnya, agar masyarakat lebih mudah dalam menemukan tempat yang cocok untuk berjualan serta menjadikan destinasi pilihan untuk warga sekitar dalam menunggu waktu berbuka puasa.

Jangan lupa kunjungi sebelum berakhirnya bulan Ramadan ya.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan :)



Kamis, 02 Mei 2019

Mengaggumi sosok Etty Nuzuliyanti pemberdaya kaum difabel


Jangan memandang sebelah mata kepada orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik. Keadaan fisik yang cacat tak harus membuat seseorang tersebut menjadi minder atau terpuruk.

Salah satunya sosok yang mensejahterakan para difabel ialah Ibu Etty Nuzuliyanti, Ibu dari dua anak yang lahir di Madiun, 31 Januari 1964 ini memberikan pembuktian pada seluruh dunia bahwa orang cacat  bukanlah sebuah hambatan untuk bisa berguna bagi masyarakat dan bukan hanya untuk menyusahkan orang lain.

Saya bangga kepada Ibu Etty karena beliau adalah sosok yang peduli terhadap penyandang difabel, beliau lulusan S-1 Sastra Indonesia Fakultas Sastra Budaya Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Berbekal pengalamanya selama bekerja beliau memberikan kesempatan kepada penyandang difabel untuk mengikuti pelatihan membantik. Kemudian beliau mulai membuka bisnis batik yang pekerjanya adalah para difabel yang kebanyakan dari mereka mengalami cacat kaki. Namun diusahanya untuk membangkitkan semangat para difabel beliau juga harus kuat dalam menghadapi penyakit yang dideritanya, beliau divonis gagal ginjal kronis yang membuat dirinya mudah lelah dan harus cuci darah dua kali dalam seminggu, hal inilah yang membuat saya bangga kepada beliau karena dikondisinya yang seperti ini masih memikirkan kesehejahteran para difabel, mentalnya kuat dalam mengahadapi penyakit sampai beliau berkata “Yang sakit itu badanku saja,jiwaku sehat”

Inilah sosok yang perlu kita tiru semangatnya untuk peduli terhadap orang-orang yang kurang beruntung disekitar kita. Semoga Ibu Etty Nuzuliyanti terus diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani hari-harinya.

*Diksi
Program
Transport
Gaji
Difabel
Sayembara
Mantap
Insiden
Motif jajaran
Goresan
Tak berdaya
Klien
Syukur
Memandang
Konsistensi
Terbesit
Mental
Tertatih
Mengontrol
Sedia kala
Tidak patah arang
Susut
Memberdayakan
Bangkit
Kronis
Nonbendawi
Pemburu
Divonis
Honor
Praktis
Supel

Rabu, 20 Maret 2019

Dewasa dalam Berdemokrasi dan Perupa Cirebon yang berkolaborasi dengan Alumni ITB

MASYARAKAT DIAJAK DEWASA DALAM BERDEMOKRASI

Saya setuju mengenai hal ini. Karena Indonesia adalah negara yang mempunyai masyarakat bermacam karakter. Sehingga kita sebagai warga negara yang baik harus berdemokrasi dengan sehat dan memperhatikan batasannya, bukan dengan cara saling menuduh dan saling menyerang tapi kita harus berpikir dewasa untuk menanggapi persoalan Demokrasi. Kita sebagai generasi muda juga harus menerima dan mengormati keputusan bahwa siapapun yang terpilih dalam pemilihan tersebut ialah yang terbaik diantara yang baik. Dan semoga siapapun yang terpilih bisa mengemban tugasnya dengan baik dan bisa memajukan negara kita.


PERUPA CIREBON DAN ALUMNI ITB BERKOLABORASI
Saya sangat setuju dengan berita ini, karena Cirebon adalah kota yang memiliki cukup banyak perupa sehingga dengan adanya kolaborasi dengan alumni ITB ini bisa menunjukan bahwa dunia seni rupa juga ada di kota Wali Cirebon ini. Dengan pameran ini juga bisa menunjukan bahwa warga Cirebon bisa menyuguhkan karya rupa yang bagus dan bisa dinikmati oleh banyak masyarakat. Harapan kedepanya semoga karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi yang dibuat oleh perupa Cirebon ini bisa dikenal juga di tingkat Internasional dan mengharumkan Indonesia khususnya di daerah Kota Cirebon.